Main Article Content

Abstract

Penanggulangan Tuberkulosis oleh ‘Aisyiyah dilakukan mengingat kasus Tuberkulosis
di Kabupaten Bandung termasuk daerah tertinggi di Jawa Barat mencapai 2.362 kasus.
sedangkan kasus Tuberkulosis Multiple Drug Resistance (MDR) mencapai 35 kasus pada
tahun 2013. Kegiatan yang dilaksanakan oleh TB Care ‘Aisyiyah antara lain berupa
kegiatan pelatihan bagi Pengawas Menelan Obat (PMO), Kegiatan tersebut meliputi
tugas PMO dalam mengawasi minum obat, mendampingi penderita dan memotivasi
penderita TB agar minum obat secara rutin sampai sembuh.Tujuan dari penelitian ini
untuk menganalisis hubungan PMO dengan kepatuhan minum obat penderita TB di
Kabupaten Bandung. Lokasi penelitian di 5 tempat wilayah kerja puskesmas Cileunyi,
Rancaekek, Cicalengka Kabupaten Bandung. Target penelitian ini adalah ditemukannya
kepatuhan minum obat penderita TB yang mempunyai PMO hasil pelatihan organisasi
‘Aisyiyah Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional
menghubungkan antara faktor PMO dengan tingkat kepatuhan minum obat penderita TB.
Populasi pada penelitian ini seluruh pasien penderita TB paru yang berobat ke Puskesmas
Rancaekek, Cicalengka, Cileunyi, berjumlah 205 orang adapun jumlah sampel 124
orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai dengan Maret
tahun 2017. Hasil penelitian ini ada hubungan signifikan antara PMO dengan Kepatuhan
minum obat penderita TB

Keywords

‘Aisyiyah, Kepatuhan, Pengawas Menelan Obat.

Article Details

How to Cite
Hidayat, Y., & Gunawan, H. (2021). HUBUNGAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA TUBERKULOSIS. Jurnal Keperawatan ’Aisyiyah, 8(2), 133-139. https://doi.org/10.33867/jka.v8i2.284