Main Article Content

Abstract

Prevalensi status gizi kurang pada balita di Sumedang mencapai 3,28%. Faktor penyebab
status gizi pada balita yakni asupan makanan, dan tingkat pendapatan keluarga. Masa
balita merupakan masa kehidupan yang sangat penting yaitu proses tumbuh kembang
sangat pesat pada pertumbuhan fisik dan perkembangan psikomotorik, mental, dan sosial.
Penelitian bertujuan mengetahui hubungan asupan makanan, pendapatan keluarga dengan
status gizi kurang pada balita. Penelitian ini dilakukan di Desa Cipamekar Kecamatan
Conggeang. Jenis penelitian Deskriptif korelasional dengan rancangan Cross-sectional
sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai balita usia 0-60 bulan sebanyak 178
responden menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan berupa uji statistik
chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa balita yang mengalami gizi kurang
sebanyak 2,2%. Untuk hasil bivariate asupan makanan menunjukkan nilai p-value =
0,002 yang berarti adanya hubungan antara asupan makanan pada balita dengan status
gizi balita, sedangkan variable pendapatan keluarga nilai P-value = 0,015 adanya
hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Penelitian ini diharapkan
bermanfaat bagi orang tua yang memiliki balita yaitu dengan cara sosialisasi edukasi
tentang asupan makanan, pemanfaatan pendapatan keluarga dengan resiko terjadinya gizi
kurang pada balita.

Keywords

balita, pandemi covid-19, status gizi

Article Details

How to Cite
Afriani, dini, Sutisna, S., & Permana, R. A. (2022). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI MASA PANDEMI. Jurnal Keperawatan ’Aisyiyah, 8(2), 155-160. https://doi.org/10.33867/jka.v8i2.274

DB Error: Unknown column 'Array' in 'where clause'