Main Article Content

Abstract

Stunting merujuk pada keadaan tubuh yang memiliki ukuran yang kurang optimal dan
umumnya digambarkan sebagai pertumbuhan yang terhambat atau pendek sesuai dengan
usianya. Salah satu penyebabnya adalah tingkat pemahaman gizi ibu. Tingkat pemahaman
gizi ini memiliki hubungan yang positif dengan tingkat pendidikan, yang berarti semakin
tinggi tingkat pendidikan ibu dari balita, maka semakin baik pula pemahaman gizi ibu
tersebut. Pemahaman mengenai gizi ini memiliki potensi untuk memengaruhi kondisi gizi
anak balita secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan
antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita yang berusia 12-59 bulan
di Kelurahan Lembursitu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat
korelasi analitik dengan metode cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah
ibu yang mempunyai balita usia 12-59 bulan sebanyak 88 orang yang diperoleh dengan
menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner.
Hasil penelitian menggunakan analisis uji Chi-square menyatakan bahwa terdapat
hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan
di Kelurahan Lembursitu (p-value <0,05). Saran bagi ibu yang mempunyai anak dengan
stunting untuk lebih mengetahui tentang pengetahuan pada ibu mengenai pemenuhan
nutrisi pada balita serta melakukan deteksi dini sesuai tahap tumbuh kembang anak

Keywords

balita usia 12-59 bulan, pengetahuan ibu, stunting

Article Details

How to Cite
Aziza, E. A., Safariyah, E., & Makiyah, A. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan . Jurnal Asuhan Ibu Dan Anak, 8(2), 81-87. https://doi.org/10.33867/jaia.v8i2.404