Main Article Content

Abstract

Nyeri persalinan kala I merupakan pengalaman yang menimbulkan perasaan khawatir
dan takut sehingga dapat memperberat rasa nyeri persalinan. Rasa cemas dan takut dapat
meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, serta meningkatkan sekresi katekolamin,
sehingga proses persalinan menjadi lebih lama Berbagai upaya dilakukan untuk
mengatasi nyeri persalinan, salah satunya penatalaksanaan nonfarmakologi seperti asuhan
kebidanan komplementer. Penelitian tentang pengalaman ibu yang melahirkan dengan
asuhan kebidanan komplementer belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk
menemukan makna atau arti melahirkan dalam konteks asuhan kebidanan komplementer.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampel
yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Wawancara dilakukan di
klinik dan tempat tinggal Informan dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam.
Analisis hasil wawancara menggunakan analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil
penelitian didapatkan bahwa 1) Alasan ibu melahirkan di klinik Bumi Sehat Bahagia (BSB)
terdiri dari kualitas pelayanan, sumber informasi, pengalaman, dan jarak 2) Pengalaman
ibu melahirkan dengan asuhan kebidanan komplementer terdiri dari kontraksi semakin
kuat, nyaman, tenang, lebih bertenaga, durasi persalinan lebih singkat, intensitas nyeri
berkurang. Asuhan kebidanan komplementer yang diberikan terdiri dari pijat endorphin,
pijat oksitosin, pemberian buah kurma, terapi birth ball, pemberian aromaterapi, terapi
murottal Al-Qur’an 3) Makna bersalin dengan asuhan kebidanan komplementer terdiri
dari merasa diperhatikan, peran bidan yang maksimal, minim trauma, lebih bertenaga, dan
durasi persalinan lebih singkat

Keywords

Childbirth, Complementary Midwifery Care, Experience

Article Details

How to Cite
Puspitasari, N. A., & Hukmilah, H. (2022). PENGALAMAN IBU YANG MELAHIRKAN DENGAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER TAHUN 2021. Jurnal Asuhan Ibu Dan Anak, 7(1), 1-10. https://doi.org/10.33867/jaia.v7i1.299